Pesan yang disebarkan melalui media massa bersifat umum (public), sebab ditujukan kepada umum dan mengenai kepentingan umum, tidak ditujukan kepada perseorangan atau kepada sekelompok orang tertentu.
Dalam proses komunikasi, pesan yang bakal disampaikan pada komunikan menyangkut teknik trasmisinya, supaya mengenai sasaran dan mencapai tujuan.
Sehubungan dengan itu, Wilbur scramm, seorang ahli kenamaan dalam bidang komunikasi, dalam karyanya, " How Communication Works" menyatakan sebagai berikut :
- Pesan hendaknya dirancang dan disampaikan sedemikian rupa,sehingga dapat menarik perhatian sasaran yang dimaksud.
- Pesan hendaknya menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran,sehingga sama-sama dapat dimengerti.
- Pesan hendaknya membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhannya itu.
- Pesan hendaknya menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan tadi, yang layak bagi situasi kelompok tempat sasaran berada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.
Media
Media terbagi dua :
Media massa
Media nirmasa
Media massa seperti Koran, Majalah, radio dan televisi ditujukan untuk kepentingan umum,
sedangkan media nirmasa seperti telepon, surat,telegrap dan telegram ditujukan pada orang tertentu.
Media massa akan menyiarkan berita mengenai seorang pejabat yang meresmikan sebuah proyek pembangunan, tapi tidak akan menyiarkan berita mengenai seorang pejabat yang menyelenggarakan khitanan putranya.
Jadi seorang wartawan harus jeli dalam menyikapi mana berita yang menyangkut kepentingan umum atau tidak.
Seorang wartawan harus jeli. ( Baca Juga : Tips Menjadi Wartawan handal )
Efek sesuai tujuan
Efek yang diharapkan dari pembaca suratkabar bergantung pada tujuan si wartawan sebagai komunikator, tujuan dari komunikasi melalui media suratkabar dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
Apakah tujuannya agar tahu ?
Karena sifatnya informatif, maka pesan dengan tujuan seperti itu dituangkan dalam bentuk berita, yang biasa disebut berita langsung (straightnews).
Berita dapat diklasifikasikan menurut ruang lingkupnya dan kadar pentingnya.
Berdasarkan ruang lingkup, berita di kategorikan sebagaiberita international, berita nasional, berita regional, dan berita local.
Menurut kadar pentingnya, berita dikategorikan sebagai berita keras dan berita lunak.
Berita keras atau hard news adalah berita yang menyangkut kepentingan nasional dan kepentingan khalayak terbanyak dalam hubungannya dengan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).
Contohnya kebijaksanaan moneter,kenaikan gaji pegawai negeri, kenaikan harga beras, ancaman komunisme, pertentanganpolitik, perubahan sistem pendidikan, dan perselisihan dalam agama yang tentunya dalam lingkup nasional.
Berita lunak atau soft news adalah berita yang menyangkut kepentingan sekelompok pembaca tertentu atau suatu daerah tertentu. Berita lunak amat bervariasi, mulai dari pidato seorang gubernur mengenai pola hidup sederhana sampai pembangunan mesjid disebuah RW.
Klasifikasi dan kategorisasi berita seperti diterangkan di atas menyangkut penempatan berita di halaman surat kabar, banyaknya kolom yang digunakan, jenis dan bentuk huruf yang di pakai dan sebagainya.
Apakah tujuannya agar pembaca berubah sikap dan perilakunya ?
Suatu pesan yang disiarkan dengan tujuan agar khalayak mempunyai sikap tertentu, atau melakukan tindakan tertentu dituangkan dalam tajuk rencana (editorial), reportase dengan gaya pelaporan interpretative (interpretative reportating ), atau juga dalam pojok.
Tajuk rencana merupakan rubrikyang ampuh dalam kegiatan mempengaruhi (to influence, persuade) khalayak, karena merupakan sajian yang faktual,logis, argumentatif, dan yang tidak kurang pentingnya ditulis oleh wartawanyang dalam peranannya tidak commited. Tapi murni untuk kebaikkan semua pihak.
Hal ini sudah merupakanpeninjauan dari segi ilmu. Apabila pada kenyataannya ada tajuk rencana yangditulis oleh seorang wartawan untuk pihak tertentu, itu bukan kesalahan ilmu,melainkan kesalahan orang yang menggunakan ilmu itu.
Pelaporan Interpretatif,meskipun tidak secara langsung, bisa merupakan rubrik yang berpengaruh sebab kedalam laporan tersebut dapat dimasukkan hal – hal yang sifatnya subyektif positifsebagaimana halnya dengan dengan tajuk rencana yang ditulis oleh wartawan demikepentingan masyarakat semata-mata.
Apakah tujuannya agar pembaca meningkat intelektualitasnya.
Efek yang diharapkan supaya pembaca meningkat intelektualnya dapat diperoleh dengan menyajikan artikel-artikel mengenai aspek kehidupan tertentu.
Sebuah artikel surat kabar yangmengandung pendidikan dapat disajikan secara ilmiah popular. Yang menulisnyatidak selalu harus seorang wartawan, bisa juga khalayak yang memang ahli.
Peranan wartawan dalam hubungan dengan penyiarannya ialah dalam menyeleksi sesuai dengan kebijaksanaan redaksi, pesan yang dikandung, dan kebutuhan pembaca. ( Sumber buku karya Prof.Drs.Onong Uchjana Effendi berjudul " Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek ").
Bersambung ...
Bersambung ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar